Apakah Pemicu Bumil Wafat Di Bumi Reog

Apakah Pemicu Bumil Wafat Di Bumi Reog – Bumi reog nyatanya kurang ramah buat ibu hamil. Lantaran, saat 3 bulan mulai Januari-Maret 2019, telah tiga ibu hamil wafat. Apakah pemicunya?

Banyak Bonus Menanti Anda, Hanya Dengan Bergabung Bersama Kami. Silahkan Saja Langsung Klik Disini Untuk Dapatkan Bonus Yang Melimpah Dari Kami

“Yang memicu pentingnya sebab akses geografisnya yg di daerah pegunungan,” papar Kadinkes Ponorogo Rahayu Kusdarini, Jumat (22/3/2019).

Irin, panggilannya, mengakui data Dinkes tahun 2017 ada sekitar 18 kematian ibu hamil. Angka ini turun di tahun 2018 sekitar 9 kematian. Akan tetapi awal tahun 2019 ini bertambah kembali telah ada 3 kematian.

Klaim Bonus Deposit 10% Dan Seterusnya, Bonus Cashback 5% Tiap Minggunya, Bonus Rollingan 0.7%, Bonus Referensi Teman 5% Hanya Dengan Deposit 50 Ribu

Lihat Kontak Kami Klik Disini :

“Usaha yg telah kita kerjakan kalau tiap-tiap ada kematian ibu hamil kita tetap pengamatan agar ke depan tdk terulang,” jelas ia.

Ia memaparkan pada Februari 2019 lantas ramai berita ibu hamil yang wajib kehilangan bayinya karena akses jalan yg rusak. Peristiwa itu berlangsung di Dusun Watuagung, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan. Dari sana akses geografisnya memang sukar sebab medan pegunungan. Kendaraan roda empat tdk dapat masuk ke halaman rumah masyarakat hingga ibu hamil itu mesti ditandu ketujuan mobil ambulans desa.

“Tidak hanya Watuagung, kami pun ke Dusun Jurang, Desa Sempu, Kecamatan Dayakan juga. Sama geografisnya tinggi serta sulit akses kendaraan roda empat,” tutur ia.

Menurut dia, ibu hamil di dua tempat itu memang butuh perhatian. Mujur kesadaran ibu hamil tinggi hingga rajin check ke bidan.

Akan tetapi sejak mulai masuk musim hujan begini, lanjut Irin, kian bahaya. Kalau ibu dapat kerjakan persalinan normal tdk apa-apa, bidan dapat ada ke rumah masyarakat. Akan tetapi yg di kuatirkan ialah kalau sang ibu hamil butuh perlakuan pribadi yang wajib pergi ke rumah sakit.

“Keadaan begini berubah menjadi resiko keselamatan baik ibu ataupun bayinya. Nah sebab itu kita mengambil langkah. Ibu kita bawa pula turun sebelum saatnya kelahiran serta kita letakkan di Rumah Nantikan Kelahiran (RTK),” tambah ia.

RTK ini difokuskan buat ibu hamil yg tinggal di geografis berlebihan. Di sini seluruhnya keperluan ibu mulai makan, penginapan dan kala melahirkan bayi di jamin pemerintah. Gagasannya bakalan dibuat di dekat rumah sakit.

“Kita sediakan satu pendamping pun, kita konsentrasi buat Kecamatan Badegan serta Kecamatan Ngrayun,” pungkasnya.

Akan tetapi dalam periode waktu dekat, sekarang ibu hamil dirawat dalam rumah bidan desa dan dekat dengan puskesmas.

“Sampai tunggu RTK siap dibuat serta ditempati,” tuturnya.

You might also like